Monday, March 4, 2019

Review Marxisme


Marxisme adalah teori yang ditancang untuk mempromosikan masyarakat yang baik. Sama halnya dengan fungsionalisme, teori ini merupakan respons terhadap modernitas yaitu bahwa masyarakat dapat di transformasi menjadi lebih baik. Menurut Marx, potensi bagi pencapaian individu terkait dengan aktivitas ekonomi atau produksi dari suatu masyarakat; khususnya, kesempatan untuk bebas dalam masyarakat modern hanya mungkin apabila sistem produksi berbasis kelas yang menjadi karakter kapitalisme dihapuskan.
Yang diperlukan adalah bagaimana agar orang meyakini kebenaran teori Marxis-menyadari bahwa kebebasan tergantung pada penghancuran kapitalisme. Dalam kapitalisme, sebagaimana pada semua masyarakat berkelas, keyakinan dominan akan menolak kebenerannya bahwa produksi berbasis kelas mencegah kebebasan orang.
-Melegitimasi sist-sistem produksi dan konsekuensinya.
-Mencegah orang dari mengakui bukti kurangnya kebebasan.
Namun, menurut Marx, kapitalisme itu sendiri mengandung bibit penghancurannya sendiri.
Dalam teori Marxis kegiatan manusia yang paling penting adalah kegiatan ekonomi-produksi unsur-unsur materi. Dalam pidatonya di makan Marx, Engels menyatakan bahwa “manusia pertama kali harus makan, minum, mempunyai trmpat tinggal dan pakaian, sebelum berpolitik, ilmu pengetahuan, seni, agama, dan sebagainya. Masyarakat mengirganisasi produksi mereka adalah kunci bagi memahami keseluruhan struktur sosial. Pandangan Marxis adalah bahwa “produksi sarana subsistensi-membentuk landasan yang diatasnya institusi negara, konsepsi hukum, seni dan bahkan gagasan tentang agama, dari orang-orang yang bersangkutan berevolusi” (pidato Engels di pemakaman Karl Marx, 17 Maret 1883)
Bagi Marx, struktur sosial tidak tercipta secara acak  ia pendapat terdapat pila yang cukup pasti dalam hal cara masyarakat diberbagai tempat di dunia. Teori tentang sejarah dan masyarakat ini disebut materialisme historis. Menurut Marx, dejarah masyarakat manusia adalah sejarah berbagai macam sistem produktif yang berbasis eksploitas kelas.
Apa yang membedakan mode-mode produksi satu sama lain? Semua mode non-komunis memounyai kesamaan produksi barang-barang dengan menerapkan dominasivdan eksploitasi suatu kelas teerhadap kelas yang lain.
Mode Produksi Kuno
Bentuk tertua produksi kelas-sesuai dengan namanya-adalah mode produksi kuno. Mode ini muncul dari mode komunis primitif yang subsisten terutama karena perbaikan teknologi. Pada kerajaan Yunani dan Romawi sepertiga penduduk adalah budak. Sebagian besar budak pada mulanya sebagai tahanan perang, sebagai akibat dari imperialisme kerajaan ini pada masa itu.
Mode Produksi Kapitalis
Hasil pertanian di produksi untuk pertama kali dalam cara kalitalisme,  Barulah kemudian , ketika pabrik-pabrik dibangun dan mesin-mesin industri dikembangkan, maka kapitalisme industri menjadi mantap dan proletar perkotaanpun muncul.
Peranan Suprastruktur
Aspek-aspek lain kehidupan Masyarakat? Ciri batasan sosiologi Marxis adalah pandangan bahwa aktivitas ekonomi adalah asrsitek yang merancang aspek-aspek lain kehidupan manusia.
Institusi
Tugas ahli sosiologi asalahvuntuk menganalisa hal ini, sebagaimana diungkapkab trntang keluarga dan pendidikan pada masyarakat kapitalis:
-Keluarga
Kebanyakan analisisbMarxis menaruh perhatian besar pada cara di mana keluarga cenderung mendorong dan memproduksi hubungan hirarki yang tidak egaliter.
-Pendidikan
Bowles dan Gintis berpendapat bahwa persekolahan bekerja di sepanjang “bayang-bayang panjang pekerjaan” : artinya, sistem pendidikan mencerminkan organisasi produksi dalam masyarakat kapitalis.
Ideologi
Bagi Marxis, ideologi adalah sistem keyakinan yang:
-melegitimasibsistem produksi berbasis kelas yang membuatnya seolah benar dan adil, dan/atau
-mengaburkan realitas atas konsekuensi-konsekuensi dari kesadaran orang.
Menurut Marxis, gagasan, keyakinan dan nilai-nilai dominan dalam suatu masyarakat kelas (gagasan yang mana yang paling disepakati bersamanya) tidaklah hadir secara kebetulan.
Jadi banyak pemikiran Marxis di dalam tulisan ini terutama pada kapitalisme yang tidak terancam.

Topik 6 Review

Tidak dapat dipungkiri,bahwa iklan merupakan pemasukan yang paling banyak dari media.Adanya iklan dapat membantu operasional dari media tersebut.Dengan ”menjual” pembaca maupun penonton untuk menjadi target dalam iklan tersebut,maka banyak media yang memasukkan iklan kedalam media mereka,disini etik sebuah media menjadi perdebatan yang cukup kompleks.Inti dari media yang sebenarnya menyebarkan berita maupun info menjadi sempit dikarenakan adanya iklan yang belum tentu bisa ditargetkan kepada para pembaca maupun penonton.Pesan pesan yang ada dalam periklanan tersebut seharusnya bisa disaring agar dapat dinikmati oleh penonton maupun pembaca,terlebih untuk produk produk yang cukup kontrovesial,sebagai contoh produk kondom yang seharusnya ditargetkan untuk orang dewasa,iklan produk tersebut harus membuat iklannya menjadi iklan yang dapat ditonton oleh semua orang dan harus bisa memberikan pesan pesan yang diinginkan.
Kebenaran dalam iklan pun sebenarnya menuai kontroversi,dimana produk harus “menjual” dan oleh sebab itulah kebenaran/kejujuran dalam iklan terkadang tidak dapat dibuktikan.

Topik 5 Review

Program-program televisi sekarang ini terkadang sudah tidak menarik dikarenakan kesamaan program televisi yang hanya digunakan untuk keuntungan semata dan menghilangkan apa inti dari sebenarnya program tersebut dibuat.Dengan begitu,publik dapat dengan mudah “digiring” oleh mereka.
Berita berita yang “Sensasional” cukup dapat dengan mudah membantu mengenalkan media tanpa adanya informasi yang berguna yang seharusnya didapatkan oleh public.Ketidakjelasan antara berita maupun media infotainment juga menambah kerancuan dalam media.Tolok ukur untuk fokus antara infotainment atau berita juga sekarang mulai menghilang,dimana berita yang seharusnya formal sudah mulai mengadopsi infotainment dan sebaliknya.Hal ini dilakukan dikarenakan adanya unsur popularitas,dimana ada pasar yang menguntungkan bagi stasiun televisi tersebut. Acara acara yang biasa memiliki banyak episode episode juga sering digunakan oleh stasiun televisi agar publik dapat menjadi audiens dan penikmat secara terus menerus.Perbedaan yang terdapat dalam media pun sekarang sulit untuk diketahui lagi,dimana program program tersebut memiliki persamaan yang cukup banyak dan sudah mendarah-daging maka dari itu publik harus bisa membedakan antara infotainment dan hiburan.

Topik 4 Review

Kekerasan dan pornografi adalah topik yang cukup panas sampai pada tahun 90-an dimana media massa menampilkan bentuk kekerasan dan pornografi.Media massa yang kebanyakan menjadi tolok ukur lingkungan sekitar membuat kontroversi didalam media massa.Kebanyakan media selalu menguak tentang kekerasan yang ada di lingkungan sekitar daripada kebaikan yang ada.Tentu dengan hal ini penyebaran mengenai hal hal negatif lebih mudah tersebar ke masyarakt dengan adanya media yang terus menerus menampilkan hal hal negatif.Kontroversi dari media yang menampilkan kekerasan maupun adegan seksual adalah penggiringan opini publik mengenai suatu kejadian yang dimana dikhawatirkan dapat menghilangkan adanya kejadian kejadian lain.Dengan begitu,perlu adanya kontrol dari pihak media terhadap berita yang akan disampaikan karena dimana target dari media tersebut.Tetapi dengan etik media yang mengharuskan kejujuran terkadang menuai kontroversi karena media menampilkan apa adanya,dan itulah yang terjadi di dalam lingkungan.

Topik 3 Review


Privasi merupakan hal yang cukup sensitif dalam media,dimana media terkadang menguak privasi dari sumbernya yang seharusnya tidak perlu untuk diungkap.Terkadang informasi yang penting dan rahasia pun bisa disebarkan oleh media kepada publik,tanpa mengerti tujuan dari informasi tersebut,dengan adanya miskomunikasi maka menimbulkan opini publik yang mungkin bukan merupakan tujuan dari informasi tersebut.
Etik media untuk mengungkapkan apa adanya terkadang menuai kontroversi yang dimana data yang didapatkan secara tidak legal namun adalah penting.Semisal seorang jurnalis mendapatkan data korupsi melalui proses hacking yang dimana hal tersebut dinilai illegal karena mengambil data tanpa ijin dari pemiliknya,namun ketika hal tersebut diungkap akan membuahkan hasil yang cukup baik,maka dari itu konsep privasi dalam data seharusnya lebih jelas dan tidak menimbulkan problem etik.
Privasi dalam data pun memiliki pertimbangan dalam peruntukannya,dimana kebenaran,keadilan harus dijunjung tinggi dalam penyebarannya.Krisis privasi pun juga menjadi konsentrasi media pada saat ini,dimana terkadang seseorang secara individu memiliki keinginan popularitas yang menyebabkan data privasi mereka dapat disebarluaskan.Maka dari itu etik dari data yang didapatkan oleh jurnalis perlu dievaluasi lagi dari cara bagaimana data tersebut didapat dan kegunaan dari data tersebut.

Topik 2 Review


Menurut David Gordon, media massa harus membuat usaha special untuk berurusan dengan masalah ras, gender, kultur, dan etnis untuk memenuhi fungsi berita dan hiburan mereka.
Kalau media massa mengabaikan minoritas dari gambaran mereka akan masyarakat—atau digambarkan dengan tidak seharusnya—hal itu akan menjadi tidak adil dan merusak dari sekedar mengabaikan sektor-sektor masyarakat.
Konsekuensinya, penting bagi mayoritas dan minoritas agar media berurusan dengan keberagaman masyarakat secara realistis. Sudah diperdebatkan bahwa perlakuan media dan liputan berita pengaruh masyarakat yang terjadi di antara individu dan kelompok dalam interaksi sosial, politik, dan ekonomi yang terjadi tanpa perantara.
Sudah terjadi perkembangan menuju gambaran masyarakat yang beragam dalam media berita dan hiburan. Tetapi masih dibtuhkan usaha yang lebih dan sensitivitas dari orang yang bekerja dalam bidang media.
Selain rasisme, seksisme, dan prasangka-prasangka lainnya, ada hal lain yang menyebabkan mengapa dibutuhkan usaha lebih dari media, yaitu: stereotip, kecenderungan manusia untuk memandang masalah dari pandangan kebanyakan orang (ikut-ikutan), acuh terhadap kultur, kelompok, dan tradisi orang lain (hanya mementingkan kepercayaan sendiri).

Topik 1 review


Jaman sekarang, objektifitas memiliki arti yang lumayan rancu.  Di mana bentuk fokus yang ada tidak dapat terdefinisi, maka dari itu adanya manipulasi media dilakukan untuk memenuhi keinginan pembaca. Kebenaran dari media tersebut kadang tidak dapat kita ketahui, sehingga sebenarnya sedikit melanggar kode etik jurnalis,dimana seharusnya jurnalis mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi secara jujur,dan tidak ada perubahan dari apa yang sebenarnya terjadi,karena publik sebagai konsumen adalah penentu dari kredibilitas jurnalis tersebut.
Adapun persepsi dari sebuah kebenaran juga terkadang berdasarkan pada apa yang terjadi dan menurut siapa kebenaran itu diberikan.Tetapi kebenaran itu juga akan berpengaruh kepada kejadian setelah diterima oleh publik, dengan ada media dapat menggiring opini publik kepada suatu tujuan.
Oleh karena itu, editor berita dan jurnalis harus memikirkan baik baik berita yang akan ditulis sebelum diturunkan kepada publik dan menjadi penilaian oleh publik itu sendiri. Tetapi dalam jurnalisme,terkadang kata hati maupun kode etik tetap harus kita sesuaikan dengan keadaan yang ada dan kegunaan dari berita yang akan diturunkan tersebut.